Posts Tagged ‘ubuntu karmic koala’
Sedikit review pribadi tentang Ubuntu 10.04 Lucid Lynx LTS
Tulisan ini seharusnya saya tulis beberapa hari yang lau setelah saya mendapatkan Ubuntu 10.04 Lucid Lynx menggunakan Prozilla. Namun, karena saya lebih dahulu mengisi aplikasi-aplikasi yang saya butuhkan di Ubuntu, sehingga membuat saya melupakan tulisan tentan review Ubuntu 10.04 Lucid Lynx. Selain itu, banyaknya blog yang membahas tentang Ubuntu 10.04 Lucid Lynx LTS, membuat saya mencoba untuk mengulur waktu hingga saya merasa siap untuk mengeluarkan review pribadi tentang Ubuntu terbaru ini. Berikut ini beberapa catatan tentang Ubuntu 10.04 Lucid Lynx menurut saya secara pribadi.
Read the rest of this entry »
Incoming search terms for the article:
Kekurangan Flock di Linux
Sebagai pengguna Flock, saya merasa ada beberapa kekurangan saat saya menggunaka Flock browser saya yang ada pada Linux Mint dan Ubuntu 9.10 Karmic Koala saya. Kekurangan itu, menurut saya sangat disayangkan. Karena, fitur-fitur penting tersebut sering saya gunakan. Beberapa kekurangan yang ada pada Flock browser saya di linux adalah:
1. Chatting Facebook
Fitur ini, merupakan salah satu fitur fovorit saya. Karena, saya bisa chatting dan mengetahui teman-teman yang sedang online, walaupun saya sedang browsing di alamat website lain. Sementara, di Flock browser saya yang ada di kedua Linux saya, tidak bisa menggunakan fitur ini untuk mengetahui berapa jumlah teman yang online, siapa saja yang sedang online, dan chatting dengan mereka walaupun, posisi saya juga sedang online. Sementara di Windows, saya bisa menggunakan fitur ini dengan sempurna. Selain untuk mengupdate status saya di Facebook, saya juga bisa mengetahui teman-teman saya yang sedang online dan juga chatting dengan mereka tanpa harus mengakses Facebook terlebih dahulu, asalkan saya sudah login terlebih dahulu.
2. Webmail
Fitur ini merupakan salah satu fitur penting bagi saya. Karena, saya bisa mendapatkan notifikasi email baru tanpa harus cek email. Di Windows, secara otomatis saat koneksi terhubung, notifikasi email baru akan terlihat di fitur webmail dengan berubah warnanya menjadi orange. Sementara, di Flock browser di Linux, saya harus melakukan cek email secara manual. Caranya, dengan klik menu webmail dan klik update now. Tentu saja ini akan merepotkan bagi saya.
Sebagai pengguna Flock browser, saya merasa sedikit kecewa dengan kekurangan ini. Walaupun Flock browser di Linux saya memiliki fitur yang sama dengan Flock browser di Windows, tapi kekurangan ini tentu saja terlihat sangat mencolok buat saya. Karena, saya tidak bisa menikmati fitur yang ada di Flock browser secara maksimal. Semoga saja para pengembang Flock browser di Linux bisa memerbaiki kekurangan dari fitur-fitur yang ada di Flock browser. Jika tidak, maka saya tidak akan pernah bisa menikmati kenyamanan menggunakan Flock browser.
Incoming search terms for the article:
Akhir dari masalah koneksi di linux mint
Setelah kemarin mengalami masalah koneksi internet di linux mint saya, kini semuanya telah berakhir. Hal ini tidak lepas dari peran seorang Linuxer handal, yaitu Pradna. Karena masih penasaran dengan masalah koneksi internet di linux mint, saya mencoba untuk berkonsultasi dengan Pradna. Karena saya mengunakan Network Connection, saya tidak bisa menjelaskan error yang terjadi. Saya hanya menjelaskan masalah tentang koneksi yang sangat lemot. Setelah berkonsultasi beberapa saat, akhirnya semua masalah bisa terselesaikan. Masalah utama yang selama ini terjadi, ada di DNS atau IPv4nya. Seting IPv4 pada network connection saya pada saat itu masih manual atau PPP (addresses only). Sehingga, walaupun terhubung dengan internet, saya tidak bisa melakukan apapun. Tapi, berkat bimbingan dari Pradna, saya ganti seting IPv4 tersebut menjadi automatis atau PPP. Sekarang saya bisa berselancar dengan mudah di dunia internet. Karena sudah bisa berselancar di dunia internet, maka saya melakukan update linux mint saya. Setelah kemarin berhasil mengupdate Ubuntu Karmic Koala saya, kini gantian Linux Mint 7 Gloria yang mendapat giliran update. Ternyata, jumlah file yang harus didownload lebih besar dari Ubuntu Karmic Koala saya. Sehingga saya membutuhkan waktu semalaman untuk mengupdatenya, atau sekitar 10 jam. Untung saja, kini saya menggunakan IM2 Broom Unlimited, sehingga tidak khawatir kehabisan pulsa. Tapi, dengan kecepatan download yang paling tinggi hanya 10 kb per detik, maka update Linux Mint ini terasa sangat lama, sehingga saya tinggal tidur. Pada keesokan paginya, semua file telah bisa didownload dengan sempurna. Kini, Linux Mint saya sudah terupdate. Tapi, saya merasa sedikit kecewa karena Linux Mint terbaru akan segera rilis. Semoga saja, dengan koneksi yang minim seperti ini, bisa mendowload file ISO Linux Mint terbaru.