Posts Tagged ‘linux mint 8 helena’
Demi Grafis, Karmic tetap dipertahankan
Sudah lebih dari 5 bulan saya menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala pemberian dari Pak Andy MSE. Ubuntu ini merupakan Ubuntu kedua yang saya gunakan semenjak mendapatkan kiriman Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope dari Canonical melalui jalan Ship It. Selama 5 bulan, Ubuntu 9.10 Karmic Koala adalah Linux yang paling bisa bertahan di notebook saya. Sebelumnya, Ubuntu saya duetkan dengan Linux Mint 7 Gloria pemberian Pradna. Setelah itu, saya sandingkan dengan Linux Mint 8 Helena hasil download saya sendiri. Bersama Linux Mint 8 Helena, saya menyandingkan beberapa Linux lain seperti Debian 5 Lenny, OpenSUSE 11.2, Mandriva 2010, Slackware, dan yang paling terbaru adalah Fedora 12. Selain itu, ada pula almarhum windows xp dan windows 7 trial. Semua distro Linux dan windows hanya bertahan selama beberapa minggu saja. Hanya Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan Linux Mint 8 Helena yang masih tetap saya pertahankan.
Read the rest of this entry »
Semangat mengerjakan Project Offline menggunakan GPRS
Lama tidak mengupdate blog ini. Semua karena kesibukan saya mengoptimasi blog Jimbun Punya yang tengah berjuang untuk memperebutkan posisi 20 besar dalam perlombaan Kontes SEO plus Review Bekasi Bersih Partisipasi Blogger, yang diadakan dalam rangka Live Blogging Contest Amprokan Blogger 2010. Selain itu, kesibukan untuk segera merampungkan Project Offline BAGOES Linux juga membuat saya jarang sekali mengupdate blog ini. Namun, project Offline ini ternyata memerlukan waktu yang lebih lama dari perkiraan saya. Berbagai materi yang mesti saya unduh dari server repository juga cukup banyak.
Read the rest of this entry »
Broadcom Wifi on Linux Mint 8
Setelah lama tidak menyentuh Linux Mint 8 Helena, sehingga harus menghapusnya dari jajaran partisi untuk memperbesar ruang Ubuntu Studio Custom, kini saya kembali ingin menikmati keindahan dan kecantikan dari Linux Mint 8 Helena. Selain itu, Linux Mint 8 Helena yang ada pada notebook saya, telah saya sulap menjadi Linux Mint 8 Studio atau Linux Mint 8 Multimedia. Namun, karena saya melakukan fresh install, otomatis saya harus menginstall ulang setingan wifi broadcom yang ada pada notebook saya, agar bisa bekerja dengan baik pada Linux Mint 8 Multimedia. Berikut ini adalah cara instalasi broadcom wifi pada Linux Mint 8:
1. Pastikan komputer, notebook atau laptop anda terhubung ke internet.
2. Buka terminal Linux Mint anda, kemudian ketikkan perintah
sudo apt-get install build-essential
Atau anda bisa melakukan instalasi build-essential melalui Synaptic Package Manager, dengan menuliskan build-essential pada kolom pencarian. Setelah ketemu, tandai dan klik apply untuk mulai menginstal build-essential.
Read the rest of this entry »
Linux Mint 8 Studio
Keinginan untuk membuat Linux Mint 8 Helena untuk tampil standar kembali, akhirnya terwujud. Setelah lelah dengan penampilannya yang meniru gaya OS lain, kini telah terbuang. Namun, dengan penampilan sederhana ini, saya ingin menyisipkan senjata baru dalam Linux Mint 8 Helena saya. Berbekal DVD Ubuntu Studio 9.10, saya kembali memberikan sensasi yang baru dalam Linux Mint 8 Helena saya. Proses cangkok Ubuntu Studio ke dalam Linux Mint 8, menjadi sebuah jalan keluar yang cukup menarik bagi saya. Terlebih lagi, Linux Mint 8 sangat cocok untuk menjadi sebuah Linux Mint Multimedia yang handal. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengistal ulang Linux Mint 8 yang ada pada komputer saya, untuk memasukkan file dari Ubuntu Studio kedalamnya. Hal yang saya lakukan adalah:
Read the rest of this entry »
Daftar Linux di Notebook
Setelah pada artikel sebelumnya, saya menuliskan tentang akhir dari windows xp, kini saya ingi share beberapa Linux yang telah saya instal di notebook Lenovo saya, menggantikan windows sebagai OS utama saya. Walaupun masih poligami, namun saya melakukan hal ini karena saya masih dalam proses belajar, serta pencarian OS yang paling cocok buat saya. Berikut ini daftar Linux yang ada dalam notebook saya. Semua Linux ini masih satu keturunan.
1. Debian 5 Lenny
Banyak yang mengatakan bahwa Lenny itu cukup susah, karena masih mempertahankan kualitasnya. Namun, bagi saya yang sedang belajar Linux, kesulitan yang saya hadapi saat menggunakan debian adalah modem usb Sierra u 885 tidak bisa tersambung dengan internet. Bahkan, modem saya ini belum terbaca oleh debian, hanya terbaca sebagai flash disk.
2. Ubuntu 9.10 Karmic Koala
Ubuntu adalah salah satu keturunan dari Debian. Namun, bagi seorang pemula, Ubuntu lebih mudah digunakan daripada debian, penurun Ubuntu. OS ini saya dapatkan dari Pak Andy MSE. Saat ini, Ubuntu adalah OS yang mendapatkan quota terbesar dalam harddisk notebook saya.
Read the rest of this entry »