Tanpa kita sadari, kita sudah diajarkan untuk membajak software dan juga OS atau Sistem Operasi sejak masih bersekolah. Kita diajarkan untuk menggunakan software-software berbayar, namun karena kondisi ekonomi negara kita yang masih jauh untuk mebeli semua software berbayar dan juga Sistem Operasi yang memiliki lisensi dengan harga yang tinggi, maka jalan satu-satunya adalah membajak Sistem Operasi dan juga software-software tersebut. Kita saat masih bersekolah, sudah dikenalkan dengan windows dan juga aplikasi-aplikasi berbayarnya. Mulai dari Office, Archiver, hingga Grafis. Pihak sekolah tidak pernah mengajarkan kita untuk menggunakan software-software dan juga sistem operasi pengganti yang asli, namun bisa kita dapatkan dengan gratis.
Beberapa aplikasi-aplikasi atau software berbayar yang diajarkan oleh pihak sekolah kepada murid-muridnya:
Karena harga software atau aplikasi-aplikasi dan Sistem Operasi yang diajarkan oleh pihak sekolah mahal, maka kita yang kurang mampu dalam sisi ekonomi, hanya bisa menikmatinya dengan gratis, dengan cara membajak. Kita lebih memilih membeli kebutuhan lain daripada membeli software atau aplikasi yang memiliki lisensi mahal ini. Lalu, mengapa Pemerintah berusaha menghapuskan pembajakan jika dalam sistem pendidikan negara ini, kita masih diajarkan untuk menggunakan sistem operasi dan software berbayar?
mlm bang..
sebagian masyarakat kita banyak yang kurang tau tentang hal itu,jadi alangkah baiknya mungkin jika kita saling mengingatkan jika ada teman,rekan,bahkan saudara kita ada yang menjadi guru.. matur thank you..
.-= adji prastya´s last blog ..info musik - =-.
Bener mas, tanpa kita sadari memang semuanya sudah terjadi. Dan memang sudah saatnya mulai dikenalkan pada masyarakat untuk menggunakan software-software yang tidak kalah hebatnya dengan software-software yang berbayar…
.-= Heri´s last blog ..Kembali Lagi =-.
Nunut mluku….
dari kurikulumnya udah gitu… itu terjadi sejak jaman DOS dulu… standar kompetensinya pasti pakai jendela… payah!
.-= Andy MSE´s last blog ..Aku Suka Kamu- Cut Tari =-.
Kutip:
dari kurikulumnya udah gitu… itu terjadi sejak jaman DOS dulu… standar kompetensinya pasti pakai jendela… payah!
Acungan jempol, Pak. Katanya pengen jadi bangsa beradab dan berkemajuan….kok standar pemikirannya membajak bukan masalah?
Tidak semua orang berani berpikir.
njajal useragent… tenanan pora iki ya?
.-= Andy MSE´s last blog ..Mencoba Blangkon =-.
kalau tujuannya untuk dikomersilkan itu yang menjadi masalah…..tapi kalau hanya untuk belajar sih kayaknya gk tergantung dari tingkat ekonomi mereka…kalau mereka mampu sih yang diwajibkan….
.-= Karzanik´s last blog ..Spam Enyahlah =-.
iya itu kan buat personal jadi gak pa2..toh setau saya yg diwajibkan untuk di kantor, warnet, dan tempat2 untuk komersial lainnya..
tapi yang namanya membajak tetap lah membajak..
cara2 untuk mengakalinya ya dengan mencari program yang sejenis tapi harganya gratis..
untuk windows diganti linux..
untuk office diganti open office..
dan lain2..
mau tukeran link mas?balas komen di blog saya ya
.-= Evet Hestara´s last blog ..Blogging Point Blank =-.
maklum mas.. sekolah belum bisa beli yang asli karena pemerintah belom memberi dana yang 20% dari APBN negara…
.-= Dipta´s last blog ..Kesalahan Tidak Perlu Di Umbar =-.
@Dipta, Di atas kan udah di tulis, ada software pengganti yang harganya gratis/open source, (masa gratis gak bisa beli).
Orang2 penghuni sekolahan aja yang males nyari sopwer gratis
sepertinya udah nggak kepikiran lagi tuh halal apa haramnya.
Mampir mas, sebelumnya salam kenal dari anak Kebumen
Salam Nusantara.
benar juga gan. namun kalo menurut saya lebih baik kita menggunakan Linux. sebab kalo mau nyari yang free ya linux aja. semuanya free ko. bahkan dalam penggunaan softwarenya ga kala sam Win-XP.
mau gimana lagi…mental pembajak udah tertanam dengan bagus..