Setelah beberapa hari tidak terupdate karena kesibukan offline saya. Namu, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang Poligami di Linux. Jika sebelumnya saya sering berpoligami OS Linux, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang Poligami Desktop di Linux. Ini adalah salah satu kelebihan dari Linux dibandingkan OS lain, yaitu bisa berpoligami desktop. Dalam satu OS Linux, kita bisa menempatkan beberapa desktop.
Sejak mengenal Linux, saya sering berganti-ganti OS Linux untuk mencobanya satu persatu. Mulai dari Ubuntu, Linux Mint, Debian, OpenSUSE, Mandriva, Slackware, serta beberapa distro lain yang saya dapatkan dari majalah Info Linux atau membeli secara online dari Toko Baliwae. Dari pengalaman mencoba berpoligami OS Linux, akhirnya saya bisa menemukan distro Linux yang cocok bagi saya. Distro tersebut adalah Ubuntu dan Linux Mint. Alasannya cukup klasik. Saya memilih Ubuntu dan Linux Mint karena modem Sierra saya bisa bersahabat langsung dengan dua distro tersebut. Selain itu, dalam masalah wifi yang ada pada notebook saya ini, cukup mudah dalam menyelesaikan masalahnya. Sehingga, saya lebih suka untuk mengacak-acak isi dari Ubuntu dan Linux Mint.
Kembali ke topik. Poligami desktop yang saya lakukan sekarang ini, menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala sebagai media untuk melakukan uji coba. Beberapa desktop saya cangkokkan menjadi satu dalam Ubuntu 9.10 Karmic Koala saya. Beberapa desktop tersebut adalah:
1. Gnome, desktop default dari Ubuntu 9.10 Karmic Koala dalam notebook saya.
2. KDE, desktop ini saya download melalui synaptic package manager.
3. LXDE, versi ringan dari KDE. Saya download dari Ubuntu Software Center.
4. XFCE, desktop berlogo tikus berlari ini, saya download dari synaptic package manager.
Cara berganti desktop pada Ubuntu cukup mudah. Yang perlu kita lakukan adalah, mengaktifkan akun login kita melalui menu, sistem, administration, login screen. Klik unlock, lalu masukkan password anda. Pilih show the screen who will login, setelah itu klik close. Untuk mencoba desktop yang lain, anda cukup logout dari desktop Gnome, atau desktop utama anda. Setelah memilih akun, maka akan muncul form password. Masukkan password anda. Sebelum anda klik login, pilihlah desktop yang akan anda gunakan pada menu sessions, sebelah bawah form password (Maaf, saya belum bisa memberikan screenshot karena saya tidak menggunakan Virtual Box. Hal ini karena notebook saya sering hang saat menggunakan virtual box). Setelah anda memilih desktop yang akan anda gunakan, anda bisa langsung login. Dengan berpoligami desktop, maka anda tidak perlu melakukan instalasi desktop lain dengan fresh install dari awal. Selain itu, user anda juga akan bisa digunakan di desktop manapun yang telah anda cangkok dalam Ubuntu anda. Jadi, anda tidak akan membuat user baru lagi. Bagaimana, apakah anda berniat untuk menjajal berpoligami desktop di Linux? Jika anda berniat, silahkan mencoba. Semua file desktop yang anda download hanya berkisar 30 MB hingga 200 MB, plus restricted extrasnya. Selamat mencoba.
Kalau untuk server, apabila terpaksa harus diinstall desktop, pilihan saya jatuh ke xfce… ringan dengan fitur yang lumayan
.-= andri´s last blog ..Membuat ISO CD / DVD Melalui Terminal Linux =-.
@andri, kalau untuk server saya lebih suka pakai text saja… (sama seperti sampeyan, kecuali kalau terpaksa diinstall desktop)…
.-= Andy MSE´s last blog ..SBY dan Shio Kerbau =-.
@Andy MSE, Kalau untuk wanita juga saya sukanya yang ngga pake GUI apa-apa, maknyuss (tongue)
.-= andri´s last blog ..Membuat ISO CD / DVD Melalui Terminal Linux =-.
mas estiko emang rajin banget dech nguliknya (nyengir) … ini mah bukan ubuntu lagi tapi Kubuntu,Xubuntu dan Lubuntu hehehe… engga sekalian instal yang fluxbox-nya biar ada flubuntu (tongue) …
.-= gadgetboi´s last blog ..Overtweak will kill you: the end of Koala … =-.
@gadgetboi, nunggu benwit melimpah lagi
Dulu waktu awal-awal pakai Mandriva, saya selalu install beberapa desktop manager sekaligus… (di Mandriva Spring, waktu install bisa langsung diinstall beberapa desktop)…
Tapi sekarang lebih suka pakai GNOME saja…
.-= Andy MSE´s last blog ..SBY dan Shio Kerbau =-.
gak berat yaH? hehe, sebanyak itu? mm,,,
@hanif IM, Yang paling berat cuma KDE. Itu juga sudah dari sononya. Kalo yang lain,tidak ada masalah. (nyengir)
@Estiko, maksudnya LXDE itu enggak ada connection manager yah mas? busyet … pake apa donk? wvdial? … (thinking) kalau network managernya gnome bisa enggak?
.-= gadgetboi´s last blog ..Overtweak will kill you: the end of Koala … =-.
@gadgetboi, justru saat install Lubuntu network connection akan dicopot.
poligami dektop sudah, poligami linux sudah..
nah kalau poligami istri sudah belum
.-= andi´s last blog ..MintMenu on Karmic =-.
@andi, (doh) Kalo yang ini, saya belum coba (LOL) . Karena saya belum memiliki istri. Kepingin juga, tapi masih belum siap. Kalo Pak Felani Bagaimana?
Saya juga cuman pernah nyoba 4 besar desktop environment di atas. KDE paling komplit fitur dan hiasannya, wajar ukurannya gede. GNOME lebih ringkas. Xfce dan LXDE lebih ringkas lagi.
Antara LXDE dan Xcfe, dibanding LXDE, untuk fitur, saya pilih Xfce. Default-nya LXDE + slim login memang terasa pas.
Akhirnya saya pake GNOME dan Xfce untuk jaga-jaga. Saat satunya upgrade, lainnya biarin stabil.
.-= dani´s last blog ..Matematika di Weblog WordPress dengan inline MathML =-.
Yang LXDE versi ringan KDE itu maksudnya hanya tampilannya aja kan? Ataukah mesinnya juga sama?
.-= dani´s last blog ..Matematika di Weblog WordPress dengan inline MathML =-.
@dani, tampilannya lebih ringan serta banyak fitur yang dipangkas. Terutama network connectionnya.
kde emang lumayan berat, tapi kalo bisa ngopreknya bisa jadi ringan kok.. coba aja kill plasma nya..
enak ya poligami… q belum terbiasa pake linux sementara masih setia ma windows