Logo
  • Entries
  • Comments
  • Popular
Recent Posts
  • January 2012
  • December 2011
  • October 2011
  • July 2011
  • June 2011
  • May 2011
  • April 2011
  • March 2011
  • February 2011
  • January 2011
  • December 2010
  • November 2010
  • October 2010
  • September 2010
  • August 2010
  • July 2010
  • June 2010
  • May 2010
  • April 2010
  • March 2010
  • February 2010
  • January 2010
  • December 2009
  • November 2009
Recent Comments
  • Ferry Lee Wah, nyasar sampe kemari.. hemm saia coba dulu mas bos. t...
  • Estiko Wah, saya belum pernah menggunakan. Sudah coba untuk menggun...
  • susilo nice post gan, btw, mau tanya juga, saya punya modem prolin...
  • Estiko Pakai linuxnya apa? Biasanya enable networknya itu setelah b...
  • meneer mas,kok dtampilan network connection ga ada pilihan "enable ...
Popular Articles
  • Sekolah pun mengajarkan kita membajak (32)
  • Instalasi Ubuntu Studio 9.10 (bagian 2) (24)
  • Link Sahabat (22)
  • Linux Mint Debian Edition (20)
  • Kepintaran anda mencari software alternatif (19)
  • Home
  • About
  • Kontak Saya
  • Link Sahabat
  • Sitemap

Poligami Desktop Linux

Posted by Estiko on Feb 5, 2010 in balajar linux, linux, Pribadi | 17 comments

Setelah beberapa hari tidak terupdate karena kesibukan offline saya. Namu, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang Poligami di Linux. Jika sebelumnya saya sering berpoligami OS Linux, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang Poligami Desktop di Linux. Ini adalah salah satu kelebihan dari Linux dibandingkan OS lain, yaitu bisa berpoligami desktop. Dalam satu OS Linux, kita bisa menempatkan beberapa desktop.
Sejak mengenal Linux, saya sering berganti-ganti OS Linux untuk mencobanya satu persatu. Mulai dari Ubuntu, Linux Mint, Debian, OpenSUSE, Mandriva, Slackware, serta beberapa distro lain yang saya dapatkan dari majalah Info Linux atau membeli secara online dari Toko Baliwae. Dari pengalaman mencoba berpoligami OS Linux, akhirnya saya bisa menemukan distro Linux yang cocok bagi saya. Distro tersebut adalah Ubuntu dan Linux Mint. Alasannya cukup klasik. Saya memilih Ubuntu dan Linux Mint karena modem Sierra saya bisa bersahabat langsung dengan dua distro tersebut. Selain itu, dalam masalah wifi yang ada pada notebook saya ini, cukup mudah dalam menyelesaikan masalahnya. Sehingga, saya lebih suka untuk mengacak-acak isi dari Ubuntu dan Linux Mint.

Kembali ke topik. Poligami desktop yang saya lakukan sekarang ini, menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala sebagai media untuk melakukan uji coba. Beberapa desktop saya cangkokkan menjadi satu dalam Ubuntu 9.10 Karmic Koala saya. Beberapa desktop tersebut adalah:
1. Gnome, desktop default dari Ubuntu 9.10 Karmic Koala dalam notebook saya.
2. KDE, desktop ini saya download melalui synaptic package manager.
3. LXDE, versi ringan dari KDE. Saya download dari Ubuntu Software Center.
4. XFCE, desktop berlogo tikus berlari ini, saya download dari synaptic package manager.

Cara berganti desktop pada Ubuntu cukup mudah. Yang perlu kita lakukan adalah, mengaktifkan akun login kita melalui menu, sistem, administration, login screen. Klik unlock, lalu masukkan password anda. Pilih show the screen who will login, setelah itu klik close. Untuk mencoba desktop yang lain, anda cukup logout dari desktop Gnome, atau desktop utama anda. Setelah memilih akun, maka akan muncul form password. Masukkan password anda. Sebelum anda klik login, pilihlah desktop yang akan anda gunakan pada menu sessions, sebelah bawah form password (Maaf, saya belum bisa memberikan screenshot karena saya tidak menggunakan Virtual Box. Hal ini karena notebook saya sering hang saat menggunakan virtual box). Setelah anda memilih desktop yang akan anda gunakan, anda bisa langsung login. Dengan berpoligami desktop, maka anda tidak perlu melakukan instalasi desktop lain dengan fresh install dari awal. Selain itu, user anda juga akan bisa digunakan di desktop manapun yang telah anda cangkok dalam Ubuntu anda. Jadi, anda tidak akan membuat user baru lagi. Bagaimana, apakah anda berniat untuk menjajal berpoligami desktop di Linux? Jika anda berniat, silahkan mencoba. Semua file desktop yang anda download hanya berkisar 30 MB hingga 200 MB, plus restricted extrasnya. Selamat mencoba.

Related Posts:

  • default Poligami Desktop Linux Install Desktop Extra melalui Synaptic Setelah sebelumnya saya menulis tentang poligami desktop linux pada Ubuntu, kali ini saya ingin berbagi cara install desktop ekstra pada ubuntu. Instalasi desktop ekstra bisa ...
  • default Poligami Desktop Linux Install Desktop Extra melalui terminal Setelah kemarin saya menuliskan cara instalasi Desktop ekstra pada Ubuntu melalui Synaptic Package Manager, kini saya ingin berbagi tips cara install extra desktop Ubuntu melalui ...
  • default Poligami Desktop Linux Kubuntu di Linux Mint 9 Iseng saya mencoba memasang Kubuntu Desktop di Linux Mint 9 Isadora. Keisengan saya ini ternyata cukup memuaskan, karena kini Linux Mint 9 Isadora memiliki 2 ...
  • default Poligami Desktop Linux KDE yang terlupakan Sejak mengenal Linux, terutama Ubuntu, saya sangat senang saat menggunakan desktop KDE, karena penampilannya yang cerah. Namun, sejak Ubuntu dan Linux Mint yang menggunakan desktop ...
  • default Poligami Desktop Linux Cangkok Edubuntu dalam Karmic Edubuntu adalah sebuah OS Linux yang berbasis Ubuntu, namun lebih menonjolkan sisi edukasi atau pendidikan dibandingkan dengan fitur lainnya. Sehingga, Edubuntu sangat cocok bagi anda ...

Incoming search terms for the article:

  • kekurangan xfce
  • linux debian os
  • poligami desktop debian
  • os linux debian
  • kelebihan os debian 5
  • package manager xfce
  • nambah desktop di debian
  • menambah dekstop di debian
  • masalah dalam linux debian detskop
  • langkah-langkah instal so linux debian
Post Tag : cara instal os linux debian, cara menambah desktop pada linux, desktop debian, desktop extra pada linux, kelebihan linux, menambah extras di linux, poligami, poligami desktop linux

17 Responses to “Poligami Desktop Linux”

  1. andri says:
    5 February, 2010 at 22:25

    Kalau untuk server, apabila terpaksa harus diinstall desktop, pilihan saya jatuh ke xfce… ringan dengan fitur yang lumayan :-D
    .-= andri´s last blog ..Membuat ISO CD / DVD Melalui Terminal Linux =-.

    Reply
    • Andy MSE says:
      5 February, 2010 at 22:58

      @andri, kalau untuk server saya lebih suka pakai text saja… (sama seperti sampeyan, kecuali kalau terpaksa diinstall desktop)…
      .-= Andy MSE´s last blog ..SBY dan Shio Kerbau =-.

      Reply
      • andri says:
        6 February, 2010 at 11:35

        @Andy MSE, Kalau untuk wanita juga saya sukanya yang ngga pake GUI apa-apa, maknyuss (tongue)
        .-= andri´s last blog ..Membuat ISO CD / DVD Melalui Terminal Linux =-.

        Reply
        • gadgetboi says:
          10 February, 2010 at 06:12

          mas estiko emang rajin banget dech nguliknya (nyengir) … ini mah bukan ubuntu lagi tapi Kubuntu,Xubuntu dan Lubuntu hehehe… engga sekalian instal yang fluxbox-nya biar ada flubuntu (tongue) …
          .-= gadgetboi´s last blog ..Overtweak will kill you: the end of Koala … =-.

          Reply
          • Estiko says:
            10 February, 2010 at 08:04

            @gadgetboi, nunggu benwit melimpah lagi

  2. Andy MSE says:
    5 February, 2010 at 23:02

    Dulu waktu awal-awal pakai Mandriva, saya selalu install beberapa desktop manager sekaligus… (di Mandriva Spring, waktu install bisa langsung diinstall beberapa desktop)…
    Tapi sekarang lebih suka pakai GNOME saja…
    .-= Andy MSE´s last blog ..SBY dan Shio Kerbau =-.

    Reply
  3. hanif IM says:
    5 February, 2010 at 23:52

    gak berat yaH? hehe, sebanyak itu? mm,,,

    Reply
    • Estiko says:
      6 February, 2010 at 01:32

      @hanif IM, Yang paling berat cuma KDE. Itu juga sudah dari sononya. Kalo yang lain,tidak ada masalah. (nyengir)

      Reply
      • gadgetboi says:
        10 February, 2010 at 06:16

        @Estiko, maksudnya LXDE itu enggak ada connection manager yah mas? busyet … pake apa donk? wvdial? … (thinking) kalau network managernya gnome bisa enggak?
        .-= gadgetboi´s last blog ..Overtweak will kill you: the end of Koala … =-.

        Reply
        • Estiko says:
          10 February, 2010 at 08:03

          @gadgetboi, justru saat install Lubuntu network connection akan dicopot.

          Reply
  4. andi says:
    6 February, 2010 at 20:12

    poligami dektop sudah, poligami linux sudah..
    nah kalau poligami istri sudah belum :-?
    .-= andi´s last blog ..MintMenu on Karmic =-.

    Reply
    • Estiko says:
      6 February, 2010 at 21:47

      @andi, (doh) Kalo yang ini, saya belum coba (LOL) . Karena saya belum memiliki istri. Kepingin juga, tapi masih belum siap. Kalo Pak Felani Bagaimana?

      Reply
  5. dani says:
    7 February, 2010 at 09:24

    Saya juga cuman pernah nyoba 4 besar desktop environment di atas. KDE paling komplit fitur dan hiasannya, wajar ukurannya gede. GNOME lebih ringkas. Xfce dan LXDE lebih ringkas lagi.

    Antara LXDE dan Xcfe, dibanding LXDE, untuk fitur, saya pilih Xfce. Default-nya LXDE + slim login memang terasa pas.

    Akhirnya saya pake GNOME dan Xfce untuk jaga-jaga. Saat satunya upgrade, lainnya biarin stabil. :)
    .-= dani´s last blog ..Matematika di Weblog WordPress dengan inline MathML =-.

    Reply
  6. dani says:
    7 February, 2010 at 09:26

    Yang LXDE versi ringan KDE itu maksudnya hanya tampilannya aja kan? Ataukah mesinnya juga sama?
    .-= dani´s last blog ..Matematika di Weblog WordPress dengan inline MathML =-.

    Reply
    • Estiko says:
      7 February, 2010 at 20:16

      @dani, tampilannya lebih ringan serta banyak fitur yang dipangkas. Terutama network connectionnya.

      Reply
  7. 1C3-TEA says:
    8 May, 2010 at 01:56

    kde emang lumayan berat, tapi kalo bisa ngopreknya bisa jadi ringan kok.. coba aja kill plasma nya.. :D

    Reply
  8. Wati says:
    18 March, 2011 at 20:46

    enak ya poligami… q belum terbiasa pake linux sementara masih setia ma windows

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Blogger Banyumas

Komunitas Blogger Banyumas

Tulisan Terbaru

  • Membuat Virtualhost pada Localhost OpenSUSE
  • Konfigurasi LAMP Server pada OpenSUSE
  • Install LAMP Server pada OpenSUSE
  • Install Bluefish pada OpenSUSE 12.1
  • Konfigurasi wvdial telkomsel pada OpenSUSE

Arsip

Link

  • Cah Sholihah
  • Catatan Hassan
  • Estiko @ Malhikdua
  • GadgetBoi
  • Jimbun Blogspot
  • Jimbun Punya
  • Komunitas Blogger Banyumas
  • Kucing-Ngeblog
  • Latare Kaki Dablenk
  • MediaQu
  • MediaQU Flash Game
  • PDF Look
  • Pradna
  • Sanjati

Popular Search

  • Linux Mint 11
  • kelebihan linux mint
  • pengertian inkscape
  • flock terbaru
  • Kekurangan Flock

RSS Jimbun Punya

  • Monetize Website dengan BacklinksGenius
  • Adsense for Mobile
  • Konfigurasi server Localhost Windows (XAMPP)
  • Support terhadap Flock Browser telah dihentikan
  • Promosi tulisan lama menggunakan STT2
Designed by Elegant Themes | Powered by Wordpress | Modified by My Wordpress Theme