Modem Sierra VS Debian dan KDE
Sierra U 885 adalah sebuah modem USB yang saya miliki. Bersanding dengan kartu GSM IM2, saya menggunakan modem ini untuk berselancar di dunia internet. Namun, sejak menggunakan Linux, modem ini terkadang sulit untuk saya gunakan. Jika menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala atau Linux Mint, saya harus memancingnya terlebih dahulu melalui Network Manager untuk mendeteksi sinyal GPRS atau 3G yang ada. Setelah itu, baru menggunakan wvdial untuk menyambungkan notebook saya ke internet. Namun, saya mendapatkan masalah saat menggunakan Desktop KDE atau Debian. Masalah yang sering uncul adalah, modem saya tidak dapat digunakan untuk menghubungkan notebook saya ke internet.
Saat menggunakan desktop KDE, akan terjadi Freeze atau Hang saat saya menghubungkan notebook dan modem sierra u 885 ke internet menggunakan network connection KDE. Terlebih, jika saya menggunakan Desktop KDE langsung, tanpa harus beralih dari Desktop Gnome, modem sierra saya tidak bisa digunakan untuk menghubungkan notebook saya ke internet. Jika ingin menggunakan bantuan wvdial, saya harus memancing sinyal GPRS atau 3G melalui desktop gnome terlebih dahulu. Tentu saja ini sangat merepotkan bagi saya. Oleh karena itu, saat ini saya tidak memasang desktop KDE pada notebook saya.
Lebih menyedihkan lagi jika saya menggunakan Debian atau CentOS. Modem Sierra U 885 milik saya ini, tidak terbaca sebagai modem. Namun hanya sebatas USB Flash Drive atau Flash Disk saja. Sehingga saya belum bisa menggunakan modem usb saya ini untuk menghubungkan notebook saya ke internet saat menggunakan Debian atau CentOS. Saya menggunakan modem hand phone Nokia N73 sebagai pemecah masalah saya ini. Sama seperti Debian, saya lebih sering menggunakan modem hand phone Nokia N73 sebagai jembatan notebook saya ke internet. Dengan ini, saya bisa menggunakan Debian atau Desktop KDE untuk berjalan-jalan di dunia internet, menggunakan bantuan wvdial. Namun, saya kini tengah mencari penyelesaian masalah yang ada pada modem sierra saya ini. Semoga saja, saya bisa menyelesaikan masala ini. Jika ada sahabat yang bisa membantu saya, mohon share penyelesaian masalah modem sierra vs debian, CentOS dan desktop KDE.
Related posts:
- Belajar Setting Wvdial, IM2, Modem Sierra Mungkin tulisan tentang cara setting wvdial di Linux sudah banyak...
- Daftar Linux di Notebook Setelah pada artikel sebelumnya, saya menuliskan tentang akhir dari windows...
- Installasi Debian 5 Lenny Debian adalah sebuah distro Linux yang menurunkan Ubuntu. Distro ini...
- KDE yang terlupakan Sejak mengenal Linux, terutama Ubuntu, saya sangat senang saat menggunakan...
- Gagal koneksi internet di linux (bagian 2) Setelah sebelunya saya menulis tentang gagal koneksi internet pada Ubuntu,...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
[Mbales]
wah mas estiko
saya pake debian menggunakan hape sebagai modem sich
jadi enggak punya problem seperti ini … kayaknya menggunakan hape sebagai modem jauh lebih aman daripada menggunakan modem,
… semoga ada pencerahan nantinya di mbah google.
jadi blas aja yah enggak koneksi internet dari debian??…
gadgetboi´s last blog ..kok susah me-remaster ubuntu saya yach??
[Mbales]
sudah nyoba install driver modemnya ke Debian/Centos?
[Mbales]
Estiko Reply:
January 25th, 2010 at 08:14
@Pradna, tetap tidak berhasil
[Mbales]
mohon maap nih saya belum bisa membantu..salam kenal aja deh
[Mbales]
modem sera-nya buwat saja ajah! xixixi
Andy MSE´s last blog ..AptURL dan Firefox Error
[Mbales]
Saya pernah make Debian Sid. Bisa make modem Huawei e220 via wvdial atau umtsmon. Jenisnya sama. Modem+CD installer.
Pendekatan tiap desktop environment melalui networkmanager dan knetworkmanager mungkin berbeda. Intinya, perlu ada skrip (via
udevatauhal) yang mengubah CD installer menjadi modem. Belakangan, itu terintegrasi di kernel sejak 2.6.22+ (kalau ngga salah versi kernelnya).Beberapa yang lain menyarankan cara alternatif dengan memasang sejenis
usb_modeswitch.Ada juga yang menyarankan upgrade driver (ada banyak panduannya di Google).
Biasanya jika ada masalah, mudah ditelusuri di halaman bug distro masing-masing.
Jangan menyerah. Batasnya Linux adalah penggunanya sendiri. :)
dani´s last blog ..HONcode Seal on SERPs and Online References
[Mbales]
Estiko Reply:
January 23rd, 2010 at 08:34
@dani, Terimakasih atas pencerahannya. Memang benar, Linux batasannya kalau penggunanya sudah menyerah. Untuk sarannya, akan saya coba. Terimakasih
[Mbales]
gadgetboi Reply:
January 23rd, 2010 at 09:13
@dani, wekekek … batasannya manusia sama koneksi internet. kalau enggak punya koneksi internet maka dadah bay bay
gadgetboi´s last blog ..kok susah me-remaster ubuntu saya yach?? 
[Mbales]
dani Reply:
January 23rd, 2010 at 19:29
@gadgetboi, ya usaha nyari di Internet kan tergantung manusianya juga. :) Kalo ngga ada Internet, ya pakai aja Sabayon Linux, Mint, PCLinuxOS, MEPIS, dan sejenisnya. :)
dani´s last blog ..HONcode Seal on SERPs and Online References
[Mbales]
tapi emang kelewatan yah mas … saya juga susah banget nyari referensi untuk debian.
sampai sekarang untuk wifi dan suara belum bisa … mau nagis rasanya
slackware saya nyerah, coba debian semoga gak jauh dengan ubuntu karena dengan apt-get-nya … tapi ternyata ….
….
gadgetboi´s last blog ..kok susah me-remaster ubuntu saya yach??
[Mbales]
dani Reply:
January 23rd, 2010 at 19:26
@gadgetboi, kalo debian kayaknya mesti dijadiin sid untuk mendekati kemudahan ala ubuntu. :)
dani´s last blog ..HONcode Seal on SERPs and Online References
[Mbales]
walah kita mengalami masalah yang sama yaitu pancing memancing
[Mbales]
Estiko Reply:
January 24th, 2010 at 14:53
@endar, sing penting ra mancing keributan ya kang….
[Mbales]
Waduh Mas, aku juga kagak ngarti. Biasanya aku pake HP buat modem atau pake huawei E220 ku. Aku juga masih pake windows mas, jadi masih standart2 saja
. Sekarang aku lagi coba pake Ubuntu, masih aku utak atik.
[Mbales]
[Mbales]