Midori, browser kecil yang powerfull

Bagi anda yang telah lama menggunakan Ubuntu beserta keturunannya, pasti tidak asing lagi dengan nama browser yang satu ini. Bagi saya yang masih pemula, saat mendengar nama Midori, langsung ingat dengan nama seorang wanita Jepang. Midori adalah sebuah browser tambahan di Linux. Browser ini terbilang sangat kecil. Ukurannya yang kurang dari 1 MB ini, tidak menggambarkan kekuatannya. Saat saya mencobanya untuk mengakses blog ini, saya cukup terkejut dengan kecepatan bacanya. Walaupun belum bisa dikatakan setara dengan browser Mozilla, tapi Midori bisa menunjukkan kalau browser yang satu ini cukup mampu untuk diandalkan dan juga disandingkan dengan Firefox atau Flock. Saat saya mencoba untuk berkomentar pada blog saya ini menggunakan Midori, kecepatan menulisnya cukup cepat. Berbeda dengan Konqueror atau Seamonkey yang kecepatan menulisnya cukup lambat.

Secara default, Midori telah memiliki plugin flash player yang memudahkan kita untuk melewati situs-situs yang memiliki banner flash tanpa muncul konfirmasi untuk mendownload aplikasi flash player lagi. Saat membuka tab baru, akan muncul tab beserta speed dial, mirip dengan Opera 10 pada saat pertama kali dibuka. Sayangnya, saat saya mencoba untuk test useragent menggunakan Midori di blog ini, sistem operasi yang terbaca bukanlah Linux Mint 8 Helena atau Ubuntu 9.10 Karmic Koala yang saya gunakan. Melainkan GNU Linux. Hal seperti ini juga terjadi pada Swiftfox default, Flock default, Google Chrome Linux, Chromium Linux dan Seamonkey yang ada pada Duo Linux saya. Sehingga, bagi anda yang ingin pamer OS terbaru menggunakan Midori, tidak akan berhasil jika menggunakan Midori. Untuk instalasinya, cukup mudah. Bagi anda yang menggunakan Ubuntu, anda bisa mendapatkannya melalui menu Ubuntu Software Center, Inernet. Sedangkan, bagi anda yang menggunakan Linux Mint, anda bisa mendapatkannya melalui Software Manager, internet, browser. Atau, anda bisa menggunakan perintah di terminal, sudo apt-get install midori. Untuk Linux yang lain, mohon maaf, saya belum mengetahuinya. Sebenarnya, pada menu preferences, network, kita dapat mengatur identifikasi terhadap Midori menjadi Firefox, Safari, IE, Midori, atau custom. Tapi, kadang kita harus memasukkan Proxy Server secara manual. Karena, jika tidak ditentukan secara manual, maka hasilnya adalah useragent akan membaca tetap sebagai Midori, GNU Linux. Tapi, tidak ada salahnya jika kita menyiapkan Midori sebagai browser tambahan, sebagai pendamping dari browser utama anda.

Incoming search terms for the article:

Related posts:

  1. Chromium-Linux, Browser Ringan yang selalu minta update Chromium Linux adalah sebuah browser yang katanya Mbahnya Google Chrome....
  2. Daftar Browser di Duo Linux Kesayangan Sebagai seorang pemuda yang sering nongkrong bareng bersama teman di...
  3. LMMS, pengganti FL Studio yang powerfull Lama tidak melakukan observasi aplikasi musik terhadap Linux yang saya...
  4. Akregator; Feed Reader plus Browser Bagi anda yang sering menyimpan feed dari blog atau situs...
  5. Browser tambahan; Shiretoko 3.5.5 Saat sedang jalan-jalan ke solve with it, saya membaca tentang...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

8 Responses to “Midori, browser kecil yang powerfull”

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Stats

Iklan