Rasa penasaran setelah mencoba Linux Mint 10 Julia (walaupun masih RC, walaupun versi releasenya sudah ada), rasa penasaran saya terhadap Linux Mint yang lain semakin bertambah. Apalagi terhadap Linux Mint yang satu ini, Linux Mint Debian Edition. Berbeda dengan Linux Mint lainnya yang berbasis kepada Ubuntu sebagai indukannya, Linux Mint Debian Edition atau LMDE ini merupakan salah satu distro Linux Mint yang berbasis langsung terhadap Debian. Distro Linux Mint Debian Edition dibuat dengan basis Debian Testing. Walaupun berbasis Debian Testing, LMDE sama seperti Linux Mint lain, yaitu telah mebawakan codec-codec multimedia, serta flash plugin untuk browsernya. Sehingga kita masih bisa menggunakan Linux Mint Debian Edition untuk browsing ke situs-situs seperti Youtube tanpa harus kita update terlebih dahulu.
Linux Mint Debian Edition menggunakan Kernel 2.6.32-5-686 dan GRUB 1.98. Tampilan LMDE sebenarnya tidak beda dengan Linux Mint 9 Isadora yang saya gunakan. Selain itu, LMDE juga membawakan software-software bawaan Linux Mint seperti GIMP, dan lain-lain. Kita juga bisa mencoba Linux Mint Debian Edition menggunakan Live DVD (ukuran file ISO sebesar 875 MB, sehingga harus menggunakan DVD), atau Live USB (dengan bantuan Unetbootin494), sehingga kita bisa mencoba Linux Mint Debian Edition terlebih dahulu, sebelum kita melakukan instalasi LMDE ke lampot, notebook, atau komputer kita.
Linux Mint Debian Edition
Saya sendiri masih mencoba melalui Live USB, setelah download file ISO LMDE selama semalaman menggunakan Transmission, karena saya memilih mengunduh file torrent dari LMDE terlebih dahulu. Dengan kecepatan download yang cukup lambat (hanya sekitar 45 kbps), dan membutuhkan waktu selama lebih dari 5 jam, akhirnya saya bisa juga mendapatkan file Linux Mint Debian Edition. Saat saya mencobanya pada notebook Axioo Pico PJM milik saya yang menggunakan prosesor Intel Atom N475 dengan RAM 1 GB, saya tidak terlalu mengalami kendala dengan Linux Mint yang satu ini. Tampilan GRUB dan wallpaper desktop mirip dengan Linux Mint 9 Isadora yang saya pakai. Saya belum ingin memasang Linux Mint Debian Edition pada notebook saya, karena saya masih ingin menikmati masa indah bersama Isadora dan Julia.
Bagi anda yang ingin mencoba Linux Mint Debian Edition, anda bisa mengunduhnya melalui link berikut ini:
Untuk langkah-langkah instalasi, silahkan anda mengunjungi link berikut ini:
Semoga saja tulisan ini bisa bermanfaat bagi anda. Selamat mencoba Linux Mint Debian Edition atau LMDE.
mantabbbb
kalau ndak salah, LMDE berbasis pada Debian 4… beberapa hal agak berbeda dengan Debian terkini, tapi menurut saya ini gabungan menakjubkan antara Mint yang cantik dengan Debian yang kuat.
Ternyata seperti itu ya Pak.. Jadi lebih paham tentang LMDE. Terima kasih infonya
wah, asyik dapat backlink
Untuk informasi bermanfaat, mengapa tidak??
dari dulu kang pradna sering cerita soal linux mint. kang endar juga. sekarang sampeyan lagi..
duh, apakah aku harus ganti blankonku ini
Kalo masih nyaman dipake yo ga perlu ganti Kang.
kalo kontraknya uda selesai, postingan ini akan kembali saia kunjungi untuk mendonlotnya
Kontrak apa Om???
yang menarik adalah menunggu versi linux mint versi mendatang, sampai kapan Linux Mint bersikeras menggunakan Gnome 2, sedang ubuntu 11.04 akan memakai unity, dan gnome 3 akan rilis bulan maret 2011
mantaaaffffffssss…
lagi nunggu openSUSE 11.4 (doh)
Fedora 14 juga sudah hadir oom!
Budhalll
45 kBps cukup lamban? haks … kalau situ lamban, saya lelet donk (30kb … )
Biasanya bisa mencapai 65 kbps. Jadi ngerasa sangat lambat.. hehehehe….
kalau pakai ini, kayak pake sidux, gentoo atau arch linux, karena kita enggak akan perlu install lagi linuxnya. karena update kita itu sedikit demi sedikit kita upgrade loh