Logo
  • Entries
  • Comments
  • Popular
Recent Posts
  • May 2012
  • February 2012
  • January 2012
  • December 2011
  • October 2011
  • July 2011
  • June 2011
  • May 2011
  • April 2011
  • March 2011
  • February 2011
  • January 2011
  • December 2010
  • November 2010
  • October 2010
  • September 2010
  • August 2010
  • July 2010
  • June 2010
  • May 2010
  • April 2010
  • March 2010
  • February 2010
  • January 2010
  • December 2009
  • November 2009
Recent Comments
  • Estiko Gapapa mbak. Insya Allah kalo ada kegiatan pas hari libur, a...
  • Estiko Eyalah... Di Banyumas blogger cewek jarang......
  • 'Ne maafkan kemarin gak ikutan, semoga kedepannya bisa ikut ya :...
  • dafhy siapkan blogger ceweknya ya tanggal 22-24 itu :))...
  • fauzi Assalamualaikum, slm sejahtera, saya sudah berkunjung ke be...
Popular Articles
  • Sekolah pun mengajarkan kita membajak (32)
  • Instalasi Ubuntu Studio 9.10 (bagian 2) (24)
  • Link Sahabat (22)
  • Linux Mint Debian Edition (20)
  • Kepintaran anda mencari software alternatif (19)
  • Home
  • About
  • Kontak Saya
  • Link Sahabat
  • Sitemap

Linux Mint Debian Edition

Posted by Estiko on Nov 13, 2010 in distro, linux | 16 comments

Rasa penasaran setelah mencoba Linux Mint 10 Julia (walaupun masih RC, walaupun versi releasenya sudah ada), rasa penasaran saya terhadap Linux Mint yang lain semakin bertambah. Apalagi terhadap Linux Mint yang satu ini, Linux Mint Debian Edition. Berbeda dengan Linux Mint lainnya yang berbasis kepada Ubuntu sebagai indukannya, Linux Mint Debian Edition atau LMDE ini merupakan salah satu distro Linux Mint yang berbasis langsung terhadap Debian. Distro Linux Mint Debian Edition dibuat dengan basis Debian Testing. Walaupun berbasis Debian Testing, LMDE sama seperti Linux Mint lain, yaitu telah mebawakan codec-codec multimedia, serta flash plugin untuk browsernya. Sehingga kita masih bisa menggunakan Linux Mint Debian Edition untuk browsing ke situs-situs seperti Youtube tanpa harus kita update terlebih dahulu.

Linux Mint Debian Edition menggunakan Kernel 2.6.32-5-686 dan GRUB 1.98. Tampilan LMDE sebenarnya tidak beda dengan Linux Mint 9 Isadora yang saya gunakan. Selain itu, LMDE juga membawakan software-software bawaan Linux Mint seperti GIMP, dan lain-lain. Kita juga bisa mencoba Linux Mint Debian Edition menggunakan Live DVD (ukuran file ISO sebesar 875 MB, sehingga harus menggunakan DVD), atau Live USB (dengan bantuan Unetbootin494), sehingga kita bisa mencoba Linux Mint Debian Edition terlebih dahulu, sebelum kita melakukan instalasi LMDE ke lampot, notebook, atau komputer kita.

thumb debian Linux Mint Debian Edition

Linux Mint Debian Edition

Saya sendiri masih mencoba melalui Live USB, setelah download file ISO LMDE selama semalaman menggunakan Transmission, karena saya memilih mengunduh file torrent dari LMDE terlebih dahulu. Dengan kecepatan download yang cukup lambat (hanya sekitar 45 kbps), dan membutuhkan waktu selama lebih dari 5 jam, akhirnya saya bisa juga mendapatkan file Linux Mint Debian Edition. Saat saya mencobanya pada notebook Axioo Pico PJM milik saya yang menggunakan prosesor Intel Atom N475 dengan RAM 1 GB, saya tidak terlalu mengalami kendala dengan Linux Mint yang satu ini. Tampilan GRUB dan wallpaper desktop mirip dengan Linux Mint 9 Isadora yang saya pakai. Saya belum ingin memasang Linux Mint Debian Edition pada notebook saya, karena saya masih ingin menikmati masa indah bersama Isadora dan Julia.

Bagi anda yang ingin mencoba Linux Mint Debian Edition, anda bisa mengunduhnya melalui link berikut ini:

Download Linux Mint Debian Edition

Untuk langkah-langkah instalasi, silahkan anda mengunjungi link berikut ini:

Install Linux Mint Debian Edition

Semoga saja tulisan ini bisa bermanfaat bagi anda. Selamat mencoba Linux Mint Debian Edition atau LMDE.

Related Posts:

  • default Linux Mint Debian EditionLinux Mint 10 Julia RC

    Linux Mint 10 Julia

    Akhirnya, Linux Mint 10 mulai dirilis. Dengan menggunakan code name Julia, Linux Mint 10 membuat saya terpikat. Berbagai ...
  • default Linux Mint Debian Edition3G Telkomsel serasa GPRS Berhubung saat ini saya jarang sekali oprek-oprek Linux yang saya gunakan karena koneksi internet yang saya gunakan mengecewakan, maka saya hanya ingin share tentang kekecewaan ...
  • default Linux Mint Debian EditionJulia yang menarik hati Akhirnya, saya bisa juga membuat sedikit review tentang Linux Mint 10 Julia. Setelah berjuang mendapatkan Linux Mint Julia dengan menggunakan Transmission, karena saya memilih untuk ...
  • default Linux Mint Debian EditionModem Sierra VS Debian dan KDE Sierra U 885 adalah sebuah modem USB yang saya miliki. Bersanding dengan kartu GSM IM2, saya menggunakan modem ini untuk berselancar di dunia internet. Namun, ...
  • default Linux Mint Debian EditionInstallasi Debian 5 Lenny Debian adalah sebuah distro Linux yang menurunkan Ubuntu. Distro ini termasuk distro yang waktu rilisnya cukup lama, karena menunggu stabil sebelum melakukan rilis. Terbukti, hingga ...

Incoming search terms for the article:

  • linux mint
  • linuxmint
  • linux mint debian
  • linux mint debian edition
  • cara instal linuxmint debian
  • Cara instal lmde 2011
  • perbandingan linux mint 12 dengan debian
  • perbedaan linux mint debian
Post Tag : cara install linux mint debian edition, download linux mint debian edition, download lmde, install lmde, linux mint debian edition, lmde, review linux mint debian edition, step by step install lmde

16 Responses to “Linux Mint Debian Edition”

  1. ciwir says:
    13 November, 2010 at 19:34

    mantabbbb

    Reply
  2. Andy MSE says:
    13 November, 2010 at 22:21

    kalau ndak salah, LMDE berbasis pada Debian 4… beberapa hal agak berbeda dengan Debian terkini, tapi menurut saya ini gabungan menakjubkan antara Mint yang cantik dengan Debian yang kuat.

    Reply
    • Estiko says:
      14 November, 2010 at 04:06

      Ternyata seperti itu ya Pak.. Jadi lebih paham tentang LMDE. Terima kasih infonya

      Reply
  3. Diki Boelin says:
    13 November, 2010 at 22:23

    wah, asyik dapat backlink :-D

    Reply
    • Estiko says:
      14 November, 2010 at 04:08

      Untuk informasi bermanfaat, mengapa tidak??

      Reply
  4. novi says:
    14 November, 2010 at 05:48

    dari dulu kang pradna sering cerita soal linux mint. kang endar juga. sekarang sampeyan lagi..

    duh, apakah aku harus ganti blankonku ini

    Reply
    • Estiko says:
      14 November, 2010 at 16:57

      Kalo masih nyaman dipake yo ga perlu ganti Kang.

      Reply
  5. gajah_pesing says:
    15 November, 2010 at 13:24

    kalo kontraknya uda selesai, postingan ini akan kembali saia kunjungi untuk mendonlotnya :)

    Reply
    • Estiko says:
      15 November, 2010 at 15:40

      Kontrak apa Om???

      Reply
  6. waroeng ubuntu says:
    16 November, 2010 at 16:12

    yang menarik adalah menunggu versi linux mint versi mendatang, sampai kapan Linux Mint bersikeras menggunakan Gnome 2, sedang ubuntu 11.04 akan memakai unity, dan gnome 3 akan rilis bulan maret 2011

    Reply
  7. itempoeti says:
    16 November, 2010 at 19:29

    mantaaaffffffssss…
    lagi nunggu openSUSE 11.4 (doh)

    Reply
    • Diki Boelin says:
      16 November, 2010 at 22:25

      Fedora 14 juga sudah hadir oom!

      Reply
      • Estiko says:
        17 November, 2010 at 15:22

        Budhalll

        Reply
  8. gadgetboi says:
    17 November, 2010 at 12:32

    45 kBps cukup lamban? haks … kalau situ lamban, saya lelet donk (30kb … )

    Reply
    • Estiko says:
      17 November, 2010 at 15:22

      Biasanya bisa mencapai 65 kbps. Jadi ngerasa sangat lambat.. hehehehe….

      Reply
  9. gadgetboi says:
    17 November, 2010 at 12:34

    kalau pakai ini, kayak pake sidux, gentoo atau arch linux, karena kita enggak akan perlu install lagi linuxnya. karena update kita itu sedikit demi sedikit kita upgrade loh

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Linux Mint Debian Edition « Catatan Estiko - [...] Linux Mint Debian Edition. [...]
  2. Merapi, Relawan, Pro Fauna dan Jogloabang Jogja « Pradna's Corner - [...] steak di bara semangat kami). Saya dan Shasy (yang diduga memiliki hubungan misterius dengan Ketua Komunitas Blogger Banyumas “Bawor”….khukhu), ...
  3. Merapi, Komunitas Blogger Banyumas, Pro Fauna dan Jogloabang Jogja | Komunitas Blogger Banyumas - [...] steak di bara semangat kami). Saya dan Shasy (yang diduga memiliki hubungan misterius dengan Ketua Komunitas Blogger Banyumas “Bawor”….khukhu), ...
  4. Merapi, Komunitas Blogger Banyumas, Pro Fauna dan Jogloabang Jogja | Blogger Banyumas - [...] steak di bara semangat kami). Saya dan Shasy (yang diduga memiliki hubungan misterius dengan Ketua Komunitas Blogger Banyumas “Bawor”….khukhu), ...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Blogger Banyumas

Komunitas Blogger Banyumas

Kontak

Anda bisa kontak saya melalui:

  • Twitter: @estiko
  • Facebook: Estiko Aji Saputro
  • Email: the_devvils@yahoo.co.id
  • HP: 085726268262

Tulisan Terbaru

  • Lokakarya Dadakan Blogger Banyumas
  • Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia
  • Membuat Virtualhost pada Localhost OpenSUSE
  • Konfigurasi LAMP Server pada OpenSUSE
  • Install LAMP Server pada OpenSUSE

Arsip

Link

  • Cah Sholihah
  • Catatan Hassan
  • Estiko @ Malhikdua
  • GadgetBoi
  • Jimbun Blogspot
  • Jimbun Punya
  • Komunitas Blogger Banyumas
  • Kucing-Ngeblog
  • Latare Kaki Dablenk
  • MediaQu
  • MediaQU Flash Game
  • PDF Look
  • Pradna
  • Sanjati

Popular Search

  • Linux Mint 11
  • kelebihan linux mint
  • pengertian inkscape
  • flock terbaru
  • Kekurangan Flock

RSS Jimbun Punya

  • Monetize Website dengan BacklinksGenius
  • Adsense for Mobile
  • Konfigurasi server Localhost Windows (XAMPP)
  • Support terhadap Flock Browser telah dihentikan
  • Promosi tulisan lama menggunakan STT2
Designed by Elegant Themes | Powered by Wordpress | Modified by My Wordpress Theme