Logo
  • Entries
  • Comments
  • Popular
Recent Posts
  • May 2012
  • February 2012
  • January 2012
  • December 2011
  • October 2011
  • July 2011
  • June 2011
  • May 2011
  • April 2011
  • March 2011
  • February 2011
  • January 2011
  • December 2010
  • November 2010
  • October 2010
  • September 2010
  • August 2010
  • July 2010
  • June 2010
  • May 2010
  • April 2010
  • March 2010
  • February 2010
  • January 2010
  • December 2009
  • November 2009
Recent Comments
  • Estiko Gapapa mbak. Insya Allah kalo ada kegiatan pas hari libur, a...
  • Estiko Eyalah... Di Banyumas blogger cewek jarang......
  • 'Ne maafkan kemarin gak ikutan, semoga kedepannya bisa ikut ya :...
  • dafhy siapkan blogger ceweknya ya tanggal 22-24 itu :))...
  • fauzi Assalamualaikum, slm sejahtera, saya sudah berkunjung ke be...
Popular Articles
  • Sekolah pun mengajarkan kita membajak (32)
  • Instalasi Ubuntu Studio 9.10 (bagian 2) (24)
  • Link Sahabat (22)
  • Linux Mint Debian Edition (20)
  • Kepintaran anda mencari software alternatif (19)
  • Home
  • About
  • Kontak Saya
  • Link Sahabat
  • Sitemap

Linux Mint 8 Studio

Posted by Estiko on Jan 18, 2010 in distro, linux, Pribadi | 6 comments

Keinginan untuk membuat Linux Mint 8 Helena untuk tampil standar kembali, akhirnya terwujud. Setelah lelah dengan penampilannya yang meniru gaya OS lain, kini telah terbuang. Namun, dengan penampilan sederhana ini, saya ingin menyisipkan senjata baru dalam Linux Mint 8 Helena saya. Berbekal DVD Ubuntu Studio 9.10, saya kembali memberikan sensasi yang baru dalam Linux Mint 8 Helena saya. Proses cangkok Ubuntu Studio ke dalam Linux Mint 8, menjadi sebuah jalan keluar yang cukup menarik bagi saya. Terlebih lagi, Linux Mint 8 sangat cocok untuk menjadi sebuah Linux Mint Multimedia yang handal. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengistal ulang Linux Mint 8 yang ada pada komputer saya, untuk memasukkan file dari Ubuntu Studio kedalamnya. Hal yang saya lakukan adalah:

1. Install Linux Mint 8 Helena pada komputer.
2. Install Ubuntu Restricted Extras
3. Install kdelibs4c2a dari Synaptic Package Manager. Proses instalasi ini membutuhkan koneksi internet. Karena, kita harus mendownload dan menginstal file tersebut yang besarnya sekitar 30 MB
4. Setelah melakukan instalasi kdelibs4c2a, lanjutkan dengan memasukkan DVD Ubuntu Studio 9.10 kedalam CD Room Komputer. Pada Synaptic, pilih menu edit, kemudian pilih Add CD ROM. Setelah proses mounting, scanning dan copying file yang ada pada DVD Ubuntu, klik no jika muncul konfirmasi apakah kita akan memasukkan DVD yang lain.
5. Reload Synaptic Package Manager
6. Pada kolom search, ketikkan ubuntu. Setelah pencarian selesai, tandai ubuntustudio-audio-plugins, ubuntustudio-video, ubuntustudio-graphic, ubuntustudi-audio, dan ubuntustudio-font-meta.
7. Setelah selesai memilih dan menandai file yang akan kita install, klik apply untuk mulai mendownload file dari DVD, dan menginstalnya.

Proses instalasi ini, sama seperti proses pencangkokan Ubuntu Studio kedalam Ubuntu 9.10. Sehingga, memerlukan proses yang sedikit lama. Setelah proses selesai, kita bisa menikmati layanan multimedia yang ada pada Ubuntu Studio, di Linux Mint 8 Helena. Kali ini, saya tidak melakukan pencangkokan secara penuh. Hanya software audio, graphic dan video saja yang saya install. Sementara, saya tidak melakukan instalasi terhadap Ubuntu Studio Desktop. Karena, saya masih ingin mempertahankan kecantikan Helena yang telah lama saya tinggalkan demi Ubuntu 9.10 Karmic Koala saya yang telah saya cangkok dengan Ubuntu Studio. Kini, tinggal proses remastering Linux Mint 8 Helena, agar bisa saya install dalam notebook Lenovo saya.

Related Posts:

  • default Linux Mint 8 StudioMencangkok Ubuntu Studio dalam Karmic Sebenarnya, Ubuntu Studio 9.10 sudah terinstal sendiri dalam noebook saya. Namun, saya masih merasa kurang nyaman jika menggunakan Ubuntu Studio tersebut. Beberapa alasan tentang fitur ...
  • default Linux Mint 8 StudioBroadcom Wifi on Linux Mint 8 Setelah lama tidak menyentuh Linux Mint 8 Helena, sehingga harus menghapusnya dari jajaran partisi untuk memperbesar ruang Ubuntu Studio Custom, kini saya kembali ingin menikmati ...
  • default Linux Mint 8 StudioInstalasi Ubuntu Studio 9.10 (bagian 2) Ubuntu studio adalah distro Linux yang berbasis pada Ubuntu, namun lebih menonjolkan sisi multimedia dibandingkan office dan internet. Terbukti, aplikasi office yang terinstal hanyalah Dictionary ...
  • default Linux Mint 8 StudioInstallasi Debian 5 Lenny Debian adalah sebuah distro Linux yang menurunkan Ubuntu. Distro ini termasuk distro yang waktu rilisnya cukup lama, karena menunggu stabil sebelum melakukan rilis. Terbukti, hingga ...
  • default Linux Mint 8 StudioDaftar Linux di Notebook Setelah pada artikel sebelumnya, saya menuliskan tentang akhir dari windows xp, kini saya ingi share beberapa Linux yang telah saya instal di notebook Lenovo ...
Post Tag : linux mint 8 helena, linux mint 8 multimedia, linux mint 8 studio, membuat linux mint 8 multimedia, merubah tampilan linux mint 8 helena, remastering linux, remastering linux mint, ubuntustudio

6 Responses to “Linux Mint 8 Studio”

  1. anno says:
    19 January, 2010 at 08:12

    belum nyoba linux…

    Reply
  2. Andy MSE says:
    19 January, 2010 at 18:08

    layak dicoba…
    saya pernah pakai ubuntu studio 9.04 pemberian suryaden… memang untuk urusan multimedia cukup tangguh…
    .-= Andy MSE´s last blog ..Indahnya Kebersamaan =-.

    Reply
    • Estiko says:
      19 January, 2010 at 18:39

      @Andy MSE, pengen dikirim ga Pak? Kalo ya, kirim alamat Pak Guru ke email saya. (worship)

      Reply
  3. omagus says:
    19 January, 2010 at 20:12

    walah komputerku yang di install linuxmint udah terlalu tua untuk di masukin itu..!
    .-= omagus´s last blog ..Kenapa harus niup trompet..? =-.

    Reply
  4. gadgetboi says:
    20 January, 2010 at 07:44

    benar-benar niat nich jadi linuxer sejati … hehehe (LOL) salut lah (worship)
    tapi kok semuanya dijadiin studio sih … enggak sayang space HD (thinking) mmm… (nottalking) mentang-mentang space berlimpah … (idiot) :-P (LOL)
    .-= gadgetboi´s last blog ..kok susah me-remaster ubuntu saya yach?? =-.

    Reply
    • Estiko says:
      20 January, 2010 at 08:26

      @gadgetboi, Kalo yang Linux Mint ini, cuma ingin mengembangkan aja. Kan belom ada Linux Mint Multimedia ato Linux Mint Studio.. (blush) .
      Mungkin akan saya kembangkan lebih baik lagi agar bisa lebih baik lagi dan juga bisa saya share.

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Blogger Banyumas

Komunitas Blogger Banyumas

Kontak

Anda bisa kontak saya melalui:

  • Twitter: @estiko
  • Facebook: Estiko Aji Saputro
  • Email: the_devvils@yahoo.co.id
  • HP: 085726268262

Tulisan Terbaru

  • Lokakarya Dadakan Blogger Banyumas
  • Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia
  • Membuat Virtualhost pada Localhost OpenSUSE
  • Konfigurasi LAMP Server pada OpenSUSE
  • Install LAMP Server pada OpenSUSE

Arsip

Link

  • Cah Sholihah
  • Catatan Hassan
  • Estiko @ Malhikdua
  • GadgetBoi
  • Jimbun Blogspot
  • Jimbun Punya
  • Komunitas Blogger Banyumas
  • Kucing-Ngeblog
  • Latare Kaki Dablenk
  • MediaQu
  • MediaQU Flash Game
  • PDF Look
  • Pradna
  • Sanjati

Popular Search

  • Linux Mint 11
  • kelebihan linux mint
  • pengertian inkscape
  • flock terbaru
  • Kekurangan Flock

RSS Jimbun Punya

  • Monetize Website dengan BacklinksGenius
  • Adsense for Mobile
  • Konfigurasi server Localhost Windows (XAMPP)
  • Support terhadap Flock Browser telah dihentikan
  • Promosi tulisan lama menggunakan STT2
Designed by Elegant Themes | Powered by Wordpress | Modified by My Wordpress Theme