Keinginan untuk membuat Linux Mint 8 Helena untuk tampil standar kembali, akhirnya terwujud. Setelah lelah dengan penampilannya yang meniru gaya OS lain, kini telah terbuang. Namun, dengan penampilan sederhana ini, saya ingin menyisipkan senjata baru dalam Linux Mint 8 Helena saya. Berbekal DVD Ubuntu Studio 9.10, saya kembali memberikan sensasi yang baru dalam Linux Mint 8 Helena saya. Proses cangkok Ubuntu Studio ke dalam Linux Mint 8, menjadi sebuah jalan keluar yang cukup menarik bagi saya. Terlebih lagi, Linux Mint 8 sangat cocok untuk menjadi sebuah Linux Mint Multimedia yang handal. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengistal ulang Linux Mint 8 yang ada pada komputer saya, untuk memasukkan file dari Ubuntu Studio kedalamnya. Hal yang saya lakukan adalah:
1. Install Linux Mint 8 Helena pada komputer.
2. Install Ubuntu Restricted Extras
3. Install kdelibs4c2a dari Synaptic Package Manager. Proses instalasi ini membutuhkan koneksi internet. Karena, kita harus mendownload dan menginstal file tersebut yang besarnya sekitar 30 MB
4. Setelah melakukan instalasi kdelibs4c2a, lanjutkan dengan memasukkan DVD Ubuntu Studio 9.10 kedalam CD Room Komputer. Pada Synaptic, pilih menu edit, kemudian pilih Add CD ROM. Setelah proses mounting, scanning dan copying file yang ada pada DVD Ubuntu, klik no jika muncul konfirmasi apakah kita akan memasukkan DVD yang lain.
5. Reload Synaptic Package Manager
6. Pada kolom search, ketikkan ubuntu. Setelah pencarian selesai, tandai ubuntustudio-audio-plugins, ubuntustudio-video, ubuntustudio-graphic, ubuntustudi-audio, dan ubuntustudio-font-meta.
7. Setelah selesai memilih dan menandai file yang akan kita install, klik apply untuk mulai mendownload file dari DVD, dan menginstalnya.
Proses instalasi ini, sama seperti proses pencangkokan Ubuntu Studio kedalam Ubuntu 9.10. Sehingga, memerlukan proses yang sedikit lama. Setelah proses selesai, kita bisa menikmati layanan multimedia yang ada pada Ubuntu Studio, di Linux Mint 8 Helena. Kali ini, saya tidak melakukan pencangkokan secara penuh. Hanya software audio, graphic dan video saja yang saya install. Sementara, saya tidak melakukan instalasi terhadap Ubuntu Studio Desktop. Karena, saya masih ingin mempertahankan kecantikan Helena yang telah lama saya tinggalkan demi Ubuntu 9.10 Karmic Koala saya yang telah saya cangkok dengan Ubuntu Studio. Kini, tinggal proses remastering Linux Mint 8 Helena, agar bisa saya install dalam notebook Lenovo saya.
belum nyoba linux…
layak dicoba…
saya pernah pakai ubuntu studio 9.04 pemberian suryaden… memang untuk urusan multimedia cukup tangguh…
.-= Andy MSE´s last blog ..Indahnya Kebersamaan =-.
@Andy MSE, pengen dikirim ga Pak? Kalo ya, kirim alamat Pak Guru ke email saya. (worship)
walah komputerku yang di install linuxmint udah terlalu tua untuk di masukin itu..!
.-= omagus´s last blog ..Kenapa harus niup trompet..? =-.
benar-benar niat nich jadi linuxer sejati … hehehe (LOL) salut lah (worship)
(LOL)
tapi kok semuanya dijadiin studio sih … enggak sayang space HD (thinking) mmm… (nottalking) mentang-mentang space berlimpah … (idiot)
.-= gadgetboi´s last blog ..kok susah me-remaster ubuntu saya yach?? =-.
@gadgetboi, Kalo yang Linux Mint ini, cuma ingin mengembangkan aja. Kan belom ada Linux Mint Multimedia ato Linux Mint Studio.. (blush) .
Mungkin akan saya kembangkan lebih baik lagi agar bisa lebih baik lagi dan juga bisa saya share.