Kopdar; Bertukar Gadis desa dengan gadis kota

Kopdar kali ini benar-benar tanpa rencana dan juga persiapan. Pertemuan dengan Sang Guru Linux, Pradna untuk yang ketiga kalinya, kami bertukar Distro Linux yang bisa dikatakan sama-sama baru. Pertemuan di cafe 27 (pitulikur) ini, hanya berlangsung 3 jam saja. Pertukaran antara Gadis Kota, Helena dengan Gadis Desa, Slackware 13 berlangsung dengan cepat. Saya yang penasaran dengan distro Linux lain, selain Ubuntu 9.10 Karmic Koala, Linux Mint 8 Helena, dan CentOS 5.4, membuat saya tertarik untuk meminang Gadis Desa, Slackware 13. Sayangnya, saya belum sempat utuk menginstalnya. Karena, harddisk 160 Gb pada komputer saya masih belum sempat saya partisi kembali. Selain itu, saat Si Gadis Desa berusaha untuk diperkenalkan dengan dunia internet melalui sambungan wifi, masih terkesan malu-malu dan juga belum mau berkenalan dengan koneksi cepat di cafe 27. Padahal, yag menggunakan adalah seorang master Linux. Tapi, tetap saja Gadis Desa masih enggan untuk diajak jalan-jalan di dunia internet melalui jalur cepat. Tentu saja membuat saya sedikit merasa belum sreg untuk menggunakan Gadis Desa sebagai distro Linux tambahan pada Notebook Lenovo saya. Apalagi, masalah wifi broadcom yang masih menjadi momok yang lumayan membuat saya takut.
Berbeda dengan Gadis desa, dua gadis kota yang ada pada notebook saya, Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan juga Linux Mint 8 Helena, dapat dengan lancar berjalan-jalan di dunia internet melalui jalur akses cepat, wifi. Masalah wifi broadcom yang ada pada Ubuntu saya, kini bukan lagi hal yang membuat saya menjadikannya nomor dua dibawah Linux Mint 8 Helena. Pada saat Kopdar, saya sempat ingin mendownload OpenSUSE terbaru. Sayangnya, windows yang selalu saya andalkan untuk download, ngadat. Explorer.exe rusak sehingga saya restart kembali, dan menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala untuk mendownload file ISO OpenSUSE Gnome. Sayangnya, kondisi cafe yang sedang ramai dan juga ada masalah pribadi, download file ISO tersebut tertunda. Walaupun sudah mendapatkan 49% file tersebut, saya terpaksa menundanya. Pada saat Kopdar, Pradna mengatakan pada saya, kalau saya bisa membuat OpenSUSE secara custom melalui OpenSUSE Studio. Informasi yang Pradna berasal dari PCMild edisi terbaru. Karena penasaran, saya mencoba mendaftar di SUSEStudio.com menggunakan akun Open Id yang saya miliki. Selain itu, saya juga harus menunggu invite dengan cara mengikuti survey yang mereka adakan. Sayangnya, koneksi internet yang digunakan harus cepat untuk menjajal hasil karya kita sebelum kita download.
Kopdar kali ini berakhir saat saya harus menyelesaikan masalah pribadi yang cukup membuat saya panik. Selain itu, malam yang sudah semakin larut juga mengharuskan saya untuk pulang. Maklum, perjalanan dari Purwokerto ke rumah saya sekitar 50 menit. Karena blogger Banyumas lain juga ingin bertemu, maka rencananya kami akan membuat sebuah pertemuan lagi bersama blogger lain, tapi untuk waktu dan tempat masih belum ditentukan. Masih mencari waktu yang benar-benar tepat. Semoga saja blogger Banyumas yang lain bisa secepatnya berkumpul dan Paguyuban Blogger Banyumas bisa memiliki anggota yang banyak.

Incoming search terms for the article:

Related posts:

  1. KopDar Kedua dengan Blogger Banyumas Pada hari Kamis kemarin, saya dan sahabat saya Amri MF...
  2. Bertukar ilmu dengan Master Linux Sungguh bahagia saat pertama kalinya saya bisa bertemu dengan seorang...
  3. Akhirnya tergoda juga dengan Lucid Lynx Sejak Ubuntu 10.04 codename Lucid Lynx LTS rilis, banyak pengguna...
  4. Daftar Distro yang sementara ini terkoleksi Sebagai pengguna Linux pemula, keinginan mencoba distro Linux lain adalah...
  5. Mencoba mengganti menu standar dengan Gnomenu Kali ini, saya ingin mendandani Linux Mint 8 Helena saya...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

9 Responses to “Kopdar; Bertukar Gadis desa dengan gadis kota”

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Stats

Iklan