Logo
  • Entries
  • Comments
  • Popular
Recent Posts
  • February 2012
  • January 2012
  • December 2011
  • October 2011
  • July 2011
  • June 2011
  • May 2011
  • April 2011
  • March 2011
  • February 2011
  • January 2011
  • December 2010
  • November 2010
  • October 2010
  • September 2010
  • August 2010
  • July 2010
  • June 2010
  • May 2010
  • April 2010
  • March 2010
  • February 2010
  • January 2010
  • December 2009
  • November 2009
Recent Comments
  • fauzi Assalamualaikum, slm sejahtera, saya sudah berkunjung ke be...
  • Estiko Seringnya lebih dari 2 atau 3 GB. Karena banyak paket Ubuntu...
  • dedy berapa mega download filenya dari versi 10.10 ke 11.04?...
  • Ferry Lee Wah, nyasar sampe kemari.. hemm saia coba dulu mas bos. t...
  • Estiko Wah, saya belum pernah menggunakan. Sudah coba untuk menggun...
Popular Articles
  • Sekolah pun mengajarkan kita membajak (32)
  • Instalasi Ubuntu Studio 9.10 (bagian 2) (24)
  • Link Sahabat (22)
  • Linux Mint Debian Edition (20)
  • Kepintaran anda mencari software alternatif (19)
  • Home
  • About
  • Kontak Saya
  • Link Sahabat
  • Sitemap

KDE yang terlupakan

Posted by Estiko on Apr 28, 2010 in coretan iseng, Pribadi | 9 comments

Sejak mengenal Linux, terutama Ubuntu, saya sangat senang saat menggunakan desktop KDE, karena penampilannya yang cerah. Namun, sejak Ubuntu dan Linux Mint yang menggunakan desktop Gnome saya rias agar tampil lebih cantik, maka KDE mulai tersingkir. Terlebih lagi, KDE sempat menjadi musuh dari odem Sierra U885 yang saya miliki. Alasannya sangat mudah, yaitu KDE tidak mau membaca modem saya. Saat terbaca, network connection yang biasa saya gunakan untuk menghubungkan notebook saya ke internet, tidak dapat digunakan, kecuali untuk menghubungkan notebook saya ke internet menggunakan jalur wifi.

Selain itu, saat saya senang menggunakan KDE dan meriasnya agar tampil seperti windows 7, tiba-tiba terjadi crash yang membuat saya harus membuangya. Satu bulan lebih saya tidak menggunakan desktop KDE sejak terjadi crash, hingga akhirnya saya menyandingkan desktop KDE, LXDE, XFCE dan Gnome dalam satu Ubuntu. Beberapa aplikasi KDE seperti Bilbo Blogger dan Akregator merupakan aplikasi yang sangat saya sukai. Karena aplikasi sangat berguna bagi saya yang hanya seorang blogger pemula yang sedang belajar. Dengan bantuan wvdial, serta modem yang sinyalnya harus dipancing terlebih dahulu melalui desktop Gnome, saya sering menggunakannya untuk surfing dan juga pamer kepada teman saya yang masih belajar Linux, bahwa tampilan Linux bisa cantik.

Namun, saat ini desktop KDE seperti layaknya flock browser yang terlupakan. keasyikan sata menggunakan Ubuntu Gnome, serta berbagai uji coba saya yang mengharuskan saya untuk menggunakan desktop Gnome, membuat KDE tersingkir. Namun, saya asih enggan untuk menyingkirkan desktop KDE secara permanen dari Ubuntu saya dengan melakukan unisntall terhadap desktop KDE. Memang, KDE lebih memakan resource yang lebih besar dibandingkan desktop lain. Namun, kecantikan desktop KDE tanpa harus dirias, membuat saya merasa lebih nyaman. Bahkan, saat saya mencoba windows 7 versi trial, desktop windows 7 sangat mirip dengak KDE. Berhubung KDE lebih tua dibandingkan windows 7, saya beranggapan bahwa windows 7 menjiplak KDE. Namun, itu hanyalah pikiran saya saja.

Kini desktop KDE yang ada di Ubuntu saya masih tetap menjadi desktop alternatif bagi saya. Jika bosan dengan tampilan desktop gnome, maka KDE adalah pilihannya. Karena, LXDE dan juga XFCE masih kurang menarik perhatian saya untuk menggunakannya.

Related Posts:

  • default KDE yang terlupakanModem Sierra VS Debian dan KDE Sierra U 885 adalah sebuah modem USB yang saya miliki. Bersanding dengan kartu GSM IM2, saya menggunakan modem ini untuk berselancar di dunia internet. Namun, ...
  • default KDE yang terlupakanKubuntu di Linux Mint 9 Iseng saya mencoba memasang Kubuntu Desktop di Linux Mint 9 Isadora. Keisengan saya ini ternyata cukup memuaskan, karena kini Linux Mint 9 Isadora memiliki 2 ...
  • default KDE yang terlupakanKubuntu Error setelah update Sungguh menyebalkan jika mengalami masalah Crash user pada Kubuntu. Hal ini sudah saya alami sebanyak dua kali. Pertama, saat saya membuat Kubuntu 9.04 menjadi windows ...
  • default KDE yang terlupakanDaftar Linux di Notebook Setelah pada artikel sebelumnya, saya menuliskan tentang akhir dari windows xp, kini saya ingi share beberapa Linux yang telah saya instal di notebook Lenovo ...
  • default KDE yang terlupakanPoligami Desktop Linux Setelah beberapa hari tidak terupdate karena kesibukan offline saya. Namu, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang Poligami di Linux. Jika sebelumnya saya sering berpoligami ...
Post Tag : desktop kde, desktop linux, desktop tambahan ubuntu, desktop ubuntu, flock, install kde pada ubuntu, kde, poligami desktop, ubuntu

9 Responses to “KDE yang terlupakan”

  1. endar says:
    28 April, 2010 at 23:43

    KDE sing kaya ngapa ya nyong kelalen kiye
    .-= endar´s last blog ..How to install Gyachi in ubuntu 9.10 =-.

    Reply
  2. Pingin Ngeblog says:
    28 April, 2010 at 23:47

    Nice info….. saya masih setia dengan Gnome.
    .-= Pingin Ngeblog´s last blog ..Hypocrisy Outbreak =-.

    Reply
  3. Andy MSE says:
    29 April, 2010 at 00:42

    bukannya saya melupakan KDE lho!
    melainkan terlalu berat buat vga-nya si acerwan yang cuma 8MB… (doh)
    .-= Andy MSE´s last blog ..Macam-macam Media Promosi (2) =-.

    Reply
  4. Pojok Pradna says:
    30 April, 2010 at 06:18

    kebalikannya…hati saya sudah berpaling dari GNome kepada KDE

    apalagi Cafe 27 sudah tutup (devil)
    .-= Pojok Pradna´s last blog ..Blogshop dan Internet Sehat di Al Hikmah 2 Bumiayu =-.

    Reply
  5. debmintosh says:
    30 April, 2010 at 06:55

    ayo pake KDE! (sundul)

    Reply
  6. alief says:
    1 May, 2010 at 23:27

    gak mudeng nggawe upu, lha wong utek dedel le wes buntu…., pokok e nggawe gawane ubuntu 9.10 wae
    .-= alief´s last blog ..Pre-Order CD Ubuntu =-.

    Reply
  7. gadgetboi says:
    3 May, 2010 at 07:17

    menurut saya KDE terlalu komplex, enggak seperti gnome … makanya untuk setiap versi linux saya lebih suka gnome. pclinuxos nunggu versi gnome, opensuse juga pake yang gnome, fedora juga (nyengir) … satusatunya linux yang enggak punya gnome yang ingin saya pake itu slackware … :-o
    .-= gadgetboi´s last blog ..So, listen to da radio … =-.

    Reply
    • Estiko says:
      3 May, 2010 at 07:30

      @gadgetboi, Walaupun terlalu kompleks, KDE bisa membuat para pemula tertarik dengan penampilannya yang bening sejak awal. Seperti saya ini yang masih sangat pemula dalam Linux.

      Reply
  8. sanjati says:
    3 May, 2010 at 16:26

    memang tampilan kde bersinar terang tapi tersa lebih berat daripada gnome.Makanya saya sampe sekarang pake gnome (drinking)

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Blogger Banyumas

Komunitas Blogger Banyumas

Kontak

Anda bisa kontak saya melalui:

  • Twitter: @estiko
  • Facebook: Estiko Aji Saputro
  • Email: the_devvils@yahoo.co.id
  • HP: 085726268262

Tulisan Terbaru

  • Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia
  • Membuat Virtualhost pada Localhost OpenSUSE
  • Konfigurasi LAMP Server pada OpenSUSE
  • Install LAMP Server pada OpenSUSE
  • Install Bluefish pada OpenSUSE 12.1

Arsip

Link

  • Cah Sholihah
  • Catatan Hassan
  • Estiko @ Malhikdua
  • GadgetBoi
  • Jimbun Blogspot
  • Jimbun Punya
  • Komunitas Blogger Banyumas
  • Kucing-Ngeblog
  • Latare Kaki Dablenk
  • MediaQu
  • MediaQU Flash Game
  • PDF Look
  • Pradna
  • Sanjati

Popular Search

  • Linux Mint 11
  • kelebihan linux mint
  • pengertian inkscape
  • flock terbaru
  • Kekurangan Flock

RSS Jimbun Punya

  • Monetize Website dengan BacklinksGenius
  • Adsense for Mobile
  • Konfigurasi server Localhost Windows (XAMPP)
  • Support terhadap Flock Browser telah dihentikan
  • Promosi tulisan lama menggunakan STT2
Designed by Elegant Themes | Powered by Wordpress | Modified by My Wordpress Theme