Akhirnya, Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx, bisa saya dapatkan dengan sedikit perjuangan dan juga pengorbanan waktu yang saya pikir tidak sia-sia. Ubuntu yang sebelumnya enggan saya install di notebook Lenovo S10-2 Ideapad milik saya ini, akhirnya mampu menggusur tempat Linux Mint Helena yang telah dihuni selama beberapa bulan. Perjuangan untuk mendapatkan Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx memang terbilang tidaklah sulit. Namun, karena saya hanyalah seorang anak dari PNS, maka baru kemarin siang bisa mendapatkan Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx dengan bantuan Prozilla.
Berbekal notebook Lenovo S10-2 ideapad, rokok 1 bungkus, serta uang yang hanya Rp. 15.000,-, saya berjuang mendapatkan Ubuntu ini di warnet teman saya. Dengan menyambungkan kabel LAN yang ada di warnet tersebut ke notebook saya, saya mencari ilmu yang dulu pernah saya dapatkan tentang Prozilla di blog Linuxer handal asal Solo, Pak Andy MSE. Dalam catatan tersebut, saya berusaha mempraktekkan ilmu yang dilakukan oleh Pak Andy pada saat berusaha mendapatkan Ubuntu 9.10 Karmic Koala menggunakan Prozilla. Setelah melakukan download terhadap file Prozilla disini, saya langsung mempraktekkan ilmu yang saya dapatkan tersebut.
Langsung saja, saya buka terminal Ubuntu 9.10 karmic Koala milik saya. Setelah itu, saya ketikkan perintah
proz -r -k=10 ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/lucid/ubuntu-10.04-desktop-i386.iso
Dari perintah tersebut, saya hanya bisa menjelaskan tentang -r yang berarti dapat kita resume jika download kita hentikan dengan menekan tombol CTRL+R, dan -k=10 yaitu file yang didownload dipecah menjadi 10 file. Setelah download selesai, maka file tersebut akan disatukan.
Alhamdulillah, proses download ISO Ubuntu 10.04 Lucid Lynx LTS, bisa saya selesaikan selama 1 jam 50 menit dengan rata-rata kecepatan download adalah 94,04 Kbps. Berbeda saat saya mencoba untuk mendapatkan file ISO Ubuntu 10.04 Lucid Lynx LTS menggunakan OS windows di warnet dengan bantuan IDM atau Internet Download Manager yang memerlukan waktu selama 3 jam lebih. Setelah mendapatkan file ISO Ubuntu 10.04, saya langsung mebuat Live USB menggunakan Unetbootin. Namun, karena flashdisk yang saya gunakan adalah flashdisk yang pernah saya gunakan untuk menginstall Linux Mint di laptop teman, tanpa saya format, terjadi crash setelah selesai instalasi. Dua kali saya mengalami hal ini. Hingga akhirnya saya membuag file yang ada di flashdisk tersebut, dan membuat Live USB melalui USB Startup Disk Creator di Ubuntu 9.10 Karmic Koala saya.
Dengan mengorbankan Linux Mint Helena yang sebelunya telah saya remastering terlebih dahulu, akhirnya Ubuntu 10.04 Lucid Lynx LTS bisa bersanding dengan Ubuntu 9.10 Karmic Koala yang telah saya custom. Seperti yang saya khawatirkan, tidak adanya aplikasi grafis seperti GIMP membuat saya masih lebih menyayangi Ubuntu 9.10 Karmic Koala. Mungkin, setelah Ubuntu 10.04 telah saya custom dengan aplikasi yang penting untuk saya, Ubuntu 9.10 akan saya tinggalkan, tanpa saya uninstall dari notebook saya.
Catatan berikutnya adalah aplikasi wajib bagi saya yang akan saya tanam di Ubuntu 10.04 Lucid Lynx LTS.
maknyus ..
sayang belom ada screensyutnya (mmm) cara ke warnet emang efektif kan mas estiko ? (dance) lebih heman benwit jatah indosat (lmao) … saya juga kalau mau donlot filem, album musik (di 4shared.com) atau iso enakan ke warnet. enggak sampe 2 jam beres! enggak kayak indosat yang hanya 256 kbps (LOL)
.-= gadgetboi´s last blog ..Republic of Gamers =-.
wah saya baru tahu prozilla… biasa kalo ga bittorrent yah d4x…. saya akan coba prozilla sekarang
.-= waroeng ubuntu´s last blog ..VLC – Memasukkan Subtitles Film =-.
perjuangan yang tidak sia sia.. lanjutkan…
.-= endar´s last undefined ..Response cached until Thu 20 @ 17:33 GMT (Refreshes in 59 Minutes) =-.
perlu belajar banyak nih tentang linux, klo boleh tau.. bagusan mana sih linux sama windows?